UMKM

Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo Dorong Anak Gemar Membaca Lewat Lomba Bertutur

Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, mendorong penguatan budaya baca dan literasi anak melalui Lomba Bertutur tingkat SD/MI yang diikuti 98 peserta se-Kabupaten Gorontalo.
Gorontalokab - 19 May 2026 20:37 WITA
Liputan: Riri Lihawa Editor: Zulkifli Mile
Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo Dorong Anak Gemar Membaca Lewat Lomba Bertutur

LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Gorontalo yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention Centre Limboto itu dibuka Bupati Gorontalo dan diikuti 98 peserta terbaik dari berbagai sekolah dasar dan madrasah di Kabupaten Gorontalo.

Bunda Literasi Kabupaten Gorontalo, Ny. Maryam Sofyan Puhi, mengatakan lomba bertutur bukan sekadar ajang perlombaan atau mencari juara, melainkan sarana membangun minat baca, keberanian, kemampuan komunikasi, hingga karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mencintai buku, memahami isi bacaan, lalu menyampaikan kembali dengan ekspresi dan kreativitas mereka sendiri. Inilah proses literasi yang sesungguhnya,” ujar Maryam.

Ia menilai penguatan budaya membaca menjadi tantangan penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Karena itu, kemampuan membaca dan bertutur harus terus diperkuat agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman.

“Anak yang gemar membaca akan memiliki wawasan luas, berpikir kreatif, dan lebih percaya diri,” katanya.

Selain itu, Maryam juga mengajak peserta menjadikan lomba tersebut sebagai ruang belajar dan pengalaman berharga, bukan sekadar kompetisi.

“Kalian semua adalah anak-anak hebat karena sudah berani tampil membawa cerita dan pengetahuan di depan banyak orang. Menang atau belum menang bukan tujuan utama, tetapi keberanian dan semangat belajar itulah yang paling penting,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang cinta membaca, mencintai budaya daerah, serta menjadi duta literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Maryam turut memberikan apresiasi kepada guru dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.

“Budaya literasi tidak bisa tumbuh hanya lewat kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah,” tandasnya.

Kegiatan ini dinilai Maryam penting untuk membentuk generasi cerdas, kreatif, dan percaya diri di tengah derasnya arus digitalisasi.

(Tim Redaksi)

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras