LIMBOTO, DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai mengembangkan tanaman nilam sebagai komoditas ekonomi baru daerah.
Langkah itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Gorontalo dan Koperasi Infinity Alam Lestari di Aula Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Selasa (19/5/2026).
MoU ditandatangani langsung Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Direktur Koperasi Infinity Alam Lestari, Engeline Hennriette.
Bupati Sofyan mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan awal pengembangan nilam di kawasan Bumi Perkemahan Bongohulawa.
Menurutnya, program tersebut bakal menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Gorontalo.
“Kerja sama ini menjadi tanggung jawab bersama agar pengembangan nilam di Kabupaten Gorontalo bisa berjalan baik dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sofyan.
Ia menjelaskan, program pengembangan nilam juga akan diperkuat melalui kerja sama teknis lanjutan yang melibatkan sejumlah OPD terkait.
Selain pengembangan budidaya, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan promosi produk hilirisasi nilam pada ajang Pekan Nasional (PENAS) yang akan digelar di Gorontalo pada Juni mendatang.
Produk turunan nilam nantinya akan dipamerkan dalam Expo PENAS sebagai bagian dari promosi potensi ekonomi daerah.
“Harapannya produk-produk ini bisa menjadi identitas baru Kabupaten Gorontalo dan menarik perhatian peserta maupun tamu dari luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Koperasi Infinity Alam Lestari, Engeline Hennriette, mengatakan, penanaman nilam sebenarnya telah mulai dilakukan di beberapa lokasi sebelum penandatanganan kerja sama tersebut.
Ia mengaku optimistis pengembangan nilam di Kabupaten Gorontalo memiliki prospek yang besar, terutama untuk mendukung industri minyak atsiri dan produk turunannya.
“Kami bersyukur bisa terlibat dalam pengembangan nilam di Gorontalo dan ikut ambil bagian dalam PENAS melalui produk-produk hasil hilirisasi nilam,” imbuhnya.