UMKM

Saat Buka Lomba Bertutur, Bupati Sofyan: Lestarikan Budaya Bahasa Gorontalo

Dinas Perpustakaan dan Arsip menggelar lomba bertutur untuk membangun dan mengembangkan kemampuan kognitif anak-anak.
Gorontalokab - 19 May 2026 13:15 WITA
Liputan: Riri lihawa Editor: Zulkifli Mile
Saat Buka Lomba Bertutur, Bupati Sofyan: Lestarikan Budaya Bahasa Gorontalo

LIMBOTO, DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar lomba bertutur, tahun 2026. Kegiatan ini diikuti para siswa dan siswa tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.

Kegiatan berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention Centre Limboto ini dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Selasa, (19/05/2026). Turut hadir Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus Ketua DPRD Zulfikar Usira, Ketua TP-PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua TP-PKK Venny Yunus Anwar, Ketua DWP, Pimpinan OPD dan undangan lainnya

Dalam sambutanya Bupati Sofyan menyampaikan lomba  bertutur merupakan akar budaya masyarakat Gorontalo yang harus dibanggakan dan dipertahankan.

Ia memaparkan sejarah bahwa sebelum masuknya ajaran Islam, masyarakat Gorontalo lebih mengandalkan budaya tutur tanpa tulisan.

“Budaya bertutur memiliki peran krusial dalam sektor pariwisata Gorontalo. Pemerintah mencontohkan bahwa peninggalan bersejarah, seperti jejak kaki di Pelabuhan Leato/Pohe,ini perlu narasi cerita yang runtut dan menarik, bukan sekadar cerita karangan yang asal-asalan,” ungkap Sofyan.

Karenanya ia berharap dewan juri lomba ini agar menilai kompetisi ini secara objektif dan adil untuk menggali kreativitas anak-anak, serta apresiasi kepada peserta agar tampil lebih maksimal, percaya diri dan semangat.

“Saya apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai pelaksana, juga bunda literasi yang turut memperkuat budaya literasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donny Lahatie melaporkan bahwa pihaknya menggelar lomba bertutur setiap tahun. “Tahun ini diikuti oleh 98 peserta. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari setiap sekolah, kata Donny.

Awalnya, panitia lomba merencanakan kegiatan tersebuti berlangsung selama dua hari. Namun, karena jumlah peserta yang membludak mencapai 98 orang, maka durasi acara ditambah lagi sehari sehingga total pelaksanaannya menjadi tiga hari.

Selain itu, Donny mengatakan, sasaran utama dari penyelenggaraan kegiatan adalah dalam rangka membangun dan mengembangkan kemampuan kognitif anak-anak. “Melalui kompetisi ini, anak-anak juga dilatih agar memiliki keberanian untuk tampil di depan banyak orang,” unkap Dony.

Tim Redaksi

Beranda Berita Dokumen Layanan Info
Aksesibilitas
Besar
Jumbo
Abu-abu
Kontras