LIMBOTO, DISKOMINFO - Pemerintah Kabupaten Gorontalo
menggelar lomba bertutur, tahun 2026. Kegiatan ini diikuti para siswa dan siswa
tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah.
Kegiatan berlangsung di Gedung Kasmat Lahay Convention
Centre Limboto ini dibuka secara resmi oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi,
Selasa, (19/05/2026). Turut hadir Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus Ketua DPRD
Zulfikar Usira, Ketua TP-PKK Ny. Maryam Sofyan Puhi, Wakil Ketua TP-PKK Venny
Yunus Anwar, Ketua DWP, Pimpinan OPD dan undangan lainnya
Dalam sambutanya Bupati Sofyan menyampaikan lomba bertutur merupakan akar budaya masyarakat
Gorontalo yang harus dibanggakan dan dipertahankan.
Ia memaparkan sejarah bahwa sebelum masuknya ajaran Islam,
masyarakat Gorontalo lebih mengandalkan budaya tutur tanpa tulisan.
“Budaya bertutur memiliki peran krusial dalam sektor
pariwisata Gorontalo. Pemerintah mencontohkan bahwa peninggalan bersejarah,
seperti jejak kaki di Pelabuhan Leato/Pohe,ini perlu narasi cerita yang runtut
dan menarik, bukan sekadar cerita karangan yang asal-asalan,” ungkap Sofyan.
Karenanya ia berharap dewan juri lomba ini agar menilai
kompetisi ini secara objektif dan adil untuk menggali kreativitas anak-anak,
serta apresiasi kepada peserta agar tampil lebih maksimal, percaya diri dan
semangat.
“Saya apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
sebagai pelaksana, juga bunda literasi yang turut memperkuat budaya literasi
masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Donny
Lahatie melaporkan bahwa pihaknya menggelar lomba bertutur setiap tahun. “Tahun
ini diikuti oleh 98 peserta. Seluruh peserta merupakan perwakilan dari setiap
sekolah, kata Donny.
Awalnya, panitia lomba merencanakan kegiatan tersebuti
berlangsung selama dua hari. Namun, karena jumlah peserta yang membludak
mencapai 98 orang, maka durasi acara ditambah lagi sehari sehingga total
pelaksanaannya menjadi tiga hari.
Selain itu, Donny mengatakan, sasaran utama dari
penyelenggaraan kegiatan adalah dalam rangka membangun dan mengembangkan
kemampuan kognitif anak-anak. “Melalui kompetisi ini, anak-anak juga dilatih
agar memiliki keberanian untuk tampil di depan banyak orang,” unkap Dony.
Tim Redaksi